Pentingnya Laporan Keuangan ZIS

Pentingnya Laporan Keuangan ZIS. Lembaga zakat merupakan organisasi yang mendapat tanggung jawab (amanah) dari para muzaki dan masyarakat untuk menyalurkan zakat yang telah mereka bayarkan kepada yang membutuhkan secara efektif dan efisien. Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien, dan efektif atas zakat, infak, sodaqoh, hibah, dan wakaf yang dipercayakan kepada organisasi atau lembaga pengelola zakat.

Akuntansi zakat merupakan alat dan informasi antara lembaga pengelola zakat sebagai manajemen dengan pihak-pihak yang berkepentingan akan informasi tersebut.

Pengertian Akuntansi secara umum adalah suatu proses pencatatan, pengklasifikasian, pemrosesan, peringkasan, penganalisaan, dan pelaporan kejadian (transaksi) yang bersifat keuangan. Laporan akuntansi digunakan sebagai informasi yang bermanfaat untuk dasar pengambilan keputusan ekonomi yang akan dilakukan, sesuai dengan kepentingan masing-masing pihak tersebut. Selain itu manajemen zakat juga membutuhkan dukungan sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen yang baik.

Pemilihan program yang tepat sasaran, efektif, dan ekonomis akan sangat membantu dalam proses alokasi dana zakat, infak, dan sodaqoh yang diterima. Untuk mengantisipasi keadaan tersebut perlu dibuat lembaga-lembaga zakat yang dikelola dengan manajemen yang maju. Kedudukan lembaga zakat dalam lingkungan yang semakin maju dan kompleks sangat penting, hal ini dikarenakan kelemahan yang dijumpai selama ini adalah tidak adanya manajemen zakat yang baik.

Baca Juga : Program beasiswa pendidikan dhuafa

Lembaga zakat pada dasarnya memiliki dua peran utama, yaitu: (1) memobilisasi zakat dari masyarakat (ummat), dan (2) melakukan pendistribusian zakat kepada mereka yang berhak menerima. Bagi manajemen dan lembaga, informasi akuntansi zakat digunakan dalam proses pengendalian manajemen mulai dari perencanaan, pembuatan program, alokasi anggaran, evaluasi kinerja, dan pelaporan kinerja.

Informasi akuntansi zakat juga dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja lembaga pengelola zakat. Selain itu, informasi akuntansi dapat digunakan untuk membantu dalam pemilihan program yang efektif dan tepat sasaran.

Untuk itu diperlukan sistem pencatatan yang baik bagi lembaga-lembaga zakat yang ada. Proses akuntansi secara sederhana dapat dijelaskan dalam alur sebagai berikut: Proses akuntansi yang paling akhir adalah pembuatan laporan keuangan. Sebagai lembaga pemegang amanah, lembaga zakat berkewajiban untuk mencatat setiap setoran zakat dan transaksi dari muzaki baik kuantitas maupun jenis zakat, kemudian melaporkan pengelolaan zakat tersebut kepada masyarakat.

Penyaluran secara efektif adalah penyaluran zakat yang sampai pada sasaran masyarakat dan mencapai tujuan.

Manajemen zakat pada dasarnya bukanlah masalah yang sederhana dan manajemen zakat membutuhkan dukungan politik (political will) dari umara (pemerintah). Bahkan jika kita melihat pada Al-Quran, maka kebutuhan pencatatan transaksi dalam sebuah sistem akuntansi yang tertata merupakan suatu hal yang sangat penting.

PENTINGNYA LAPORAN KEUANGAN ZIS

PENTINGNYA LAPORAN KEUANGAN ZIS

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, akuntansi merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi pencatatan, penggolongan, peringkasan dan pelaporan, dengan cara-cara tertentu yang sistematis dan valid. Sementara itu, penyaluran zakat yang efisien adalah terdistribusikannya zakat dengan baik. Informasi akuntansi bermanfaat untuk pengambilan keputusan, terutama untuk membantu manajer dalam melakukan alokasi zakat.

Obyek kegiatan akuntansi adalah transaksi keuangan suatu organisasi, yaitu peristiwa-peristiwa yang setidak-tidaknya bersifat keuangan, misalnya: penerimaan uang, pengeluaran uang, pembelian, dan penjualan. Pihak-pihak yang membutuhkan laporan akuntansi dapat dikelompokkan menjadi dua pihak, yaitu: (1) pihak intern organisasi (manajemen) dan (2) pihak ekstern organisasi. Selain itu, tingkat kepercayaan masyarakat juga ditentukan dan dipengaruhi oleh tingkat kesesuaian operasional organisasi pengelola zakat dengan sistem syariah Islam.

Akuntansi zakat terkait dengan tiga hal pokokĀ  antara lain penyediaan informasi, pengendalian manajemen, dan akuntabilitas. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam QS Al-Baqarah : 282, dimana Allah SWT berfirman : ” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya “. Jadi secara sederhana akuntansi zakat berfungsi untuk melakukan pencatatan dan pelaporan atas penerimaan dan pengalokasian zakat.

Download Laporan Keuangan LAZIS Mutiara Ikhlash 2017

Dengan semakin majunya ummat baik dari segi ekonomi, ilmu pengetahuan maupun keyakinan beragama, maka jumlah Muzaki (pembayar zakat) akan bertambah dan juga kuantitas zakat akan meningkat.